Jumat, 11 Januari 2013

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

  Sejarah Perkembangan TIK dalam Pendidikan Indonesia
Sebelum teknologi ditemukan, manusia melakukan komunikasi dengan secara langsung (bertatap muka) dengan orang yang sedang diajak untuk berkomunikasi. Sehingga jika ingin mengirim pesan atau berkomunikasi dengan seseorang yang jaraknya jauh, terpaksa harus dilakukan dengan perjalanan yang dapat memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Sebenarnya, sebelum manusia menemukan teknologi yang canggih seperti sekarang ini, mereka sudah mulai menciptakan dan menggunakan alat-alat komunikasi. Namun, alat yang digunakan masih sangat sederhana dan masih terbatas pada alat-alat komunikasi yang menghasilkan bunyi dan isyarat. Misalnya, gendang, terompet, dan tanduk binatang , rambu dari batu atau isyarat asap. Alat-alat tersebut dibunyikan sebagi tanda agar orang berkumpul atau memberitahukan adanya suatu bahaya. Bahkan nenek moyang bangsa kita juga telah mempunyai alat komunikasi yang menghasilkan bunyi, yaitu sekarang dikenal dengan nama kentongan. Bahkan sampai sekarang, kentongan masih digunakan oleh orang-orang yang hidup di pedesaan. Selain itu, simbol atau sandi juga dijadikan untuk menyampaikan berita atau sebagai petunjuk.
Teknologi mulai diterapkan dalam pendidikan karena pandangan, bahwa science dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Berbagai macam produk teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Meningkatnya kecenderungan banyak orang terhadap teknologi informasi dan komunikasi terkait langsung dengan meningkatnya tahap literasi komputer, literasi informasi dan juga meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan berkembang melalui tiga tahap, yaitu tahap pertama penggunaan audio visual aid (AVA). Penggunaan Audio Visual Aid yaitu, alat bantu berbentuk audio (memanfaatkan pendengaran) dan Visual (memanfaatkan penglihatan) di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu juga agar peserta didik mengembangkan kemampuan berpikirnya. Tahap kedua, penggunaan materi-materi berprogram. Penggunaan pembelajaran merupakan materi pembelajaran yang diambil dari subject matter. Materi pembelajaran ini dipecah ke dalam unit kecil, selanjutnya diprogram sesuai dengan perangkat yang digunakan. Tahap ketiga, penggunaan komputer dalam pendidikan. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan teknologi. Perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi telah mengubah masyarakat dari industri menjadi informasi, ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat berpendidikan berbasis teknologi informasi atau komputer baik dari segi software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras).
Pendidikan pada awalnya menggunakan papan tulis dalam menjalankan proses pembelajaran. Selain itu dengan adanya mesin cetak, dalam bidang pendidikan menggunakan buku pelajaran. Buku pelajaran digunakan sejak manusia pandai membaca dan menulis. Kemudian, ditemukan film. Banyak sekolah-sekolah yang menggunakan film sebagai media pembelajaran. Perkembangan teknologi semakin maju dan akhirnya muncul tape recorder yang juga dimanfaatkan dalam pendidikan.
Program teknologi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan berawal pada tahun 1952, pada saat Jawatan Pendidikan Masyarakat dari kantornya di Jalan Cilacap yang menyelenggrakan siaran radio pengajaran kepada para pelajar pejuang. Sistem teknnologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan, telah berkembang dengan pengalaman yang panjang dan banyak pelajaran, namun tidak banyak berperan dalam program penyetaraan guru. Pada tahun 1971, penyetaraan guru tidak menggunakan media teknologi yaitu dengan radio dan televisi. Dengan begitu tidak akan membuang banyak waktu, tenaga dan uang. Sekitar tahun 1980-an, disarankan untuk menggunakan siaran radio dan televisi dalam pendidikan. Terutama dalam jangka pendek, siaran tersebut akan sangat bermanfaat jika digunakan untuk Kurikulum 1994. Tahun 1952 muncul gagasan tentang pertelevisian, namun pada tahun 1962 gagasan tersebut baru dapat diwujudkan dengan munculnya sebuah stasiun televisi yaitu TVRI di Indonesia. Pemerintah pada waktu itu juga mempunyai tekad untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika siaran radio dan televisi diprioritaskan penggunaannya untuk siswa-siswi SMP Terbuka, dan bukan untuk memperkaya sekolah regular.
Di Indonesia, pemerintah membuat stasiun relay SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik) yang terletak di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dulu dikenal dengan nama SKSD Palapa sesuai dengan nama satelit komunikasi yang digunakan Satelit yang sekarang digunakan adalah Telkom 2 yang diluncurkan ke angkasa pada tahun 2005. Satelit Komunikasi Telkom 2 yang memiliki kemampuan lebih baik dari satelit sebelumnya. Sejak tahun 1968, Telkom sudah meluncurkan delapan satelit, yaitu, Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R, Palapa B4 dan Telkom 1.
Tumbuhnya sistem instruksional yang inovatif dimulai pada tahun 1972 dengan dirintasnya SD Pamong yang menggunakan media cetak berisi bahan belajar terprogram. Tahun 1978, lahir sistem pembelajaran terbuka dalam bentuk SMP Terbuka. Enam tahun kemudian muncul sistem pembelajaran jarak jauh dalam bentuk Universitas Terbuka. Tahun 1993 dibentuk organisasi Jaringan Sistem Belajar Jarak Jauh Indonesia.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan pada tahun 1972 dirintis dengan penggunaan siaran radio untuk penataran guru. Pada tahun 1976 mulai direncanakan pembangunan satelit komunikasi untuk keperluan pendidikan yang kemudian terlaksana dalam bentuk SISDIKSAT (Sistem Pendidikan melalui Satelit) dan TELENET yang dilaksanakan oleh Telkom. Selain itu juga direncanakan IDE-Net (Indonesia Distance Education Network). Kebijakan dan program pengembangan serta pemanfaatan teknologi dalam pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah direncanakan pada awal PELITA I, yaitu dengan ditentukannya penggunaan media radio dan televisi untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Pedoman dan pengarahan telah ditetapkan oleh MPR dalam GBHN 1988 dan 1993 serta UU No.2 Tahun 1989. Ketetapan Nomor II/MPR/1988 tentang Garis Besar Haluan Negara menentukan media pembelajaran.
Radio yang merupakan teknologi yang digunakan untuk pengiriman informasi berupa sinyal dengan cara modulasi dan gelombang elektromagnetik. Pada penyiaran radio dikenal dua gelombang penyiaran yaitu penyiaran radio AM, yang mengirimkan audio (suara) pada frekuensi  tengah/medium  frequency, yaitu 0,300MHz – 3MHz serta penyiaran radio FM yang mengirimkan audio (suara) pada frekuensi tinggi/very high frequency, yaitu VHF: 30 MHz – 300 MHz (Firman Sujadi.2008:15).Radio juga berperan penting dalam pendidikan. Karena sebelum akhir tahun 1990-an, pendidikan di Indoensia masih menikmati hubungan kerjasama dengan RRI (Radio Republik Indonesia) serta radio swasta lainnya. Program-program siaran radio pendidikan dengan lancar menyajikan siaran yang berhubungan dengan pendidikan di berbagai tempat di tanah air Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak stasiun radio yang sudah tidak mau menyiarkan program-program pendidikan dari Departemen Pendidikan tanpa imbalan finansial.
Hal serupa juga terjadi pada siaran televisi. Televisi merupakan alat penangkap siaran bergambar. TVRI (Televisi Republik Indonesia) merupakan salah satu stasiun televisi pertama yang memberikan jam-jam tengah malam untuk siaran pendidikan Universitas Terbuka. TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang sejak berdirinya tahun 1991 bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan secara perlahan melepaskan kerjasamanya dengan alasan keuangan. Hak monopoli siaran nasional yang diberikan pemerintah ke TPI akhirnya gugur setelah RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) dan SCTV (Surya Citra Televisi) juga diperbolehkan siaran nasional. Program-program STVPS (Siaran Televisi Pendidikan Sekolah) yang semula secara teratur disiarkan setiap harinya secara berangsur-angsur dikurangi jamnya dan akhirnya dihentikan sama sekali. Nama TPI sudah tidak lagi diartikan Televisi Pendidikan Indonesia tetapi dipakai sebagai nama dagang stasiun tersebut.
Pada tahun 1996 atas dasar kesepakatan yang ditandatangani bersama Indovision memberikan saru saluran khusus di satelitnya kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiarkan program-program pendidikan dan kebudayaan. Yayasan Cakra Winaya Budaya telah dibentuk untuk menangani masalah saluran khusus pendidikan dan kebudayaan tersebut. Program dan siaran percobaan telah dipersiapkan. Namun tidak adanya dukungan kebijakan pendayagunaan teknologi untuk pendidikan rencana tersebut hanya sebatas impian saja. Indonesia telah memiliki pengalaman yang berharga dalam pendayagunaan radio dan televisi untuk pendidikan. Namun, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan yang semakin pesat, maka penggunaan radio dan televisi sudah semakin hilang dan beralih pada penggunaan komputer.
Istilah teknologi informasi dan informasi diawali dengan perkembangan komputer. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bahasa Inggris disebut ICT (Information and Communication Technology) merupakan teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi yang mencakup semua perangkat keras dan perangkat lunak. Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika dan optoelektronika menyebabkan kemampuan komputer maju pesat dan cepat usang mengikuti hukum Moore bahwa kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya, perangkat lunak semakin canggih, dan batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
Sebagai perangkat utama dalam teknologi informasi dan teknologi, komputer telah mengalami berbagai perkembangan sebagai sebuah evolusi. Evolusi komputer meliputi, generasi pertama, teknologi lampu tabung/ tabung hampa (vacuum tube) sebagai komponen elektronik utama. Masih lambat, memerlukan ruangan besar, dan memerlukan pendingin yang kuat karena panas yang ditimbulkan oleh lampu tabung tersebut, single processing dan memiliki memori yang sangat kecil dibandingkan dengan ukuran fisiknya. Generasi kedua, teknologi semi-konduktor berupa transistor yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding dengan tabung hampa. Jauh lebih baik dibanding teknologi lampu tabung. Ukurannya lebih kecil, mulai diperkenalkan pada era tahun 1960. Komputer jenis ini yang paling banyak digunakan adalah IBM 1401. Generasi ketiga, mulai diperkenalkan sejak tahun 1965 dengan teknologi IC (Integrated Circuit). Lebih kecil dan cepat. Dukungan software sudah terlihat lebih nyata. Generasi keempat, menggunakan teknologi LSI (Large Scale Integrated Circuit). Jenis ini sangat variatif, banyak digunakan sebagai komputer pribadi. Generasi kelima, menggunakan teknologi VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit), mempunyai kemampuan pengolahan data yang cukup besar.
Pada tahun 1996 di pasaran beredar Pentium PC 620 dengan DRAM (Dynamic Random Access Memory) 16 Megabits. Kemampuan ini ditingkatkan lagi menjadi 64 Megabits pada tahun 1998, tahun 2000, Mikroprosesor Intel telah memproduksi seri PC 60786 dengan kemampuan kapasitas DRAM 256 Megabits. Teknik pembuatan dengan meniru model penyusunan DNA, yang dalam biologi berfungsi untuk menyusun molekul-molekul yang lebih komplek. Dengan teknologi X-Rays litographi dapat dibuat mikroposesor yang lebih kecil yaitu dengan ukuran 0, sampai 0,5 mikron, bekerja lebih cepat, tidak membutuhkan banyak daya serta sedikit menghasilkan panas dan yang lebih penting kemampuan komputer yang ada sekarang akan dapat ditingkatkan hingga satu juta kali. Selain itu kajian teoritis tentang semi-konduktor berkecepatan tinggi terus dilakukan orang.
Komputer pada masa sekarang juga banyak digunakan untuk membantu orang yang tuli dalam mempelajari bahasa Kode. Program komputer ini dikembangkan oleh seorang siswa SMA dari Florida yaitu Daniel J. Johnston.
Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era di mana telah beroperasinya SKSD Palapa 1. Pada era tersebut, teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan penting sebagi teknologi  kunci. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, siapapun harus mau dan siap dengan munculnya dampak positif maupun negatif ke kalangan masyarakat Indonesia.
Penemuan teknologi komputer, sejak awal dimaksudkan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien. Perkembangan komputer ini diikuti dengan lahirnya internet yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Perkembangan teknologi juga mengalami kemajuan yang pesat mulai dari ditemukannya telegraph (sistem telekomunikasi jarak jauh) pada tahun 1835, telepon pada tahun 1876, sambungan telepon jarak jauh menggunakan satelit pada tahun 1952 hingga telepon seluler digunakan secara luas pada tahun 1985. Teknologi komputer dikenalkan di Indonesia sejak tahun 1970 sampai tahun 1972-an. Universitas Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi pertama yang menjadi salah satu tempat pengenalan komputer di Indonesia. Dari sinilah teknologi komputer mulai disebarluaskan ke Indonesia. Semua komunitas akademis perguruan tinggi dan industri Indonesia pernah mendapatkan pengenalan teknologi komputer dari Universitas Indonesia.
Penggunaan komputer pada pendidikan di sekolah telah dimulai sejak tahun 1980-an. Pada tahu tersebut juga bmuncul perkembangan multimedia yaitu diawali dengan berkembangnya CD-ROM yang berisi music dan data berupa hiperteks untuk keperluan penyimpanan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi tidak identik dengan komputer, namun juga dengan segala sesuatu yang berupa software dan hardware yang dapat membantu manusia.
Teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dapat memudahkan kita dalam belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja serta dari siapa pun. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi mulai dirasakan mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembanganya teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup menonjol. Banyak hal yang dirasa berubah serta berbeda apabila dibandingkan dengan cara yang dipakai sebelumnya. Pada masa sekarang, jarak maupun waktu bukanlah sebuah masalah yang cukup berarti untuk mendapatkan suatu pengetahuan karena sudah tercipta berbagai aplikasi untuk membantu manusia dalam mendapatkan pengetahuan tersebut.
Di Indonesia, pada sekitar tahun 2000 internet relatif baru dikenal oleh masyarakat dan frekuensi pengguna belum banyak. Namun, perkembangan internet di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Tabel 1: Perkembangan yang menggunakan internet
Tahun
Pelanggan
Pengguna
1996
31.000
110.000
1997
75.000
384.000
1998
134.000
512.000
1999
256.000
1.000.000
2000
760.000
1.900.000
2001
1.680.000
4.200.000
Sumber : APJII
Perkembangan tersebut telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet atau ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir 2001 telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya bisnis cyberspace, namun hal itu merupakan seleksi alam di mana ternyata justru peningkatan layanan pelanggan semakin meningkat dan menunjukkan bahwa pemain bisnis yang tetap bertahan adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkan.
Disamping kondisi positif tersebut, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, sebuah jaringan ISP terluas WasantaraNet telah menutup sebagian besar kantor cabangnya. Kemudian disusul ISP yang memiliki jaringan luas, yaitu MegaNet juga telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat. Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, diantaranya karena alasan biaya operasional yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi. Namun, pada perkembangannya terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNetnya.
Internet di Indonesia umumnya membawa konotasi bisnis. Hal ini mungkin disebabkan internet masuk melalui Penyelenggara Jasa Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang sifatnya komersial. Nilai-nilai yang ada di internet kental dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan pendidikan.
Yang utama bagi pengguna internet di Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka dapat menikmati perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama  internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijakan di bidang ini dapat memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi pengguna internet maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dalam teknologi informasi dan komunikasi.
Seluruh komputer yang terhubung dalam internet saling berkomunikasi menggunakan protocol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol), yang dikembangkan oleh DARPA. Tiga fasilitas/aplikasi utama dari TCP/IP adalah sebagai berikut.
1.      Electronic Mail/Email/Messaging
Adalah fasilitas yang paling sering digunakan di internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau kelompok orang lain yang terdaftar di internet.
2.      Remota Login
Dengan fasilitas ini seseorang dapat mengakses program di komputer lain. Misalnya peserta didik di sekolah A dapat menjalankan operasi komputer yang terdapat di sekolah B, apabila komputer di sekolah A dan B saling menggunakan TCP/IP.
3.      File Transfer
Fasilitas ini memungkinkan terjadinya pengiriman file dari satu komputer ke komputer lain. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video maupun suara yang terekam secara digital.
Perkembangan internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Adanya internet  membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap berbagai sumber informasi bukan menjadi suatu masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya (Rahardjo, Budy .2009:75). Namun, setelah muncul internet, peserta didik dimanapun dia berada dapat mengakses pakar dari mana saja. Dalam negeri maupun dari luar negeri, karena batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Bagi Indonesia, manfaat tersebut sudah dapat menjadi alas an yang kuat untuk menjadikan internet sebagai infrastruktur dalam bidang pendidikan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan banyak memunculkan misalnya penggunaan e-learning, e-library, e-ducation, e-mail, e-laboratory. Seperti pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah serta beragam. 
22  Pemanfaatan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Di Indonesia sendiri, teknologi informasi dan komunikasi mempunyai pemanfaatan yang bermacam-macam bagi penggunanya, termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan teknologi informasi dan komunikasi memiliki komponen-komponen yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan.
Teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting. Adanya teknologi informasi dan komunikasi, dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan antara lain adalah sebagai keterampilan dan kompetensi, karena pendidikan harus mempunyai keahlian dalam menggunakan teknologi. Selain itu, teknologi informasi dan informasi berperan sebagai infrastuktur pembelajaran, bahan ajar disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia. Teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber bahan belajar, dimana tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama. Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan juga berperan sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, pendukung manajemen pembelajaran serta sistem pendudukung keputusan.
Papan tulis dimanfaatkan untuk menulis, membuat gambar, grafik. Diagram maupun peta dengan menggunakan kapur tulis yang putih atau berwarna. Sedangkan buku pelajaran dapat memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi atau mempelajari materi baru. Berbeda dengan film, teknologi ini dimanfaatkan untuk menggambarkan peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat. Biasanya digunakan dalam mata pelajaran sejarah. Adanya tape recorder dapat digunakan untuk interview atau merekam materi pelajaran.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan yaitu dengan memanfaatkan radio dan televisi dirasa kurang efisien dibandingkan dengan memanfaatkan komputer. Namun, pada awalnya radio digunakan untuk media penataran guru-guru SD di Indonesia. Menggunakan radio dan televisi untuk peserta didik biasanya membutuhkan konsentrasi penuh karena siarannya biasanya tidak dapat diulangi lagi. Sehingga menyulitkan peserta didik yang memiliki kemampuan menangkap materi yang masih rendah. Namun, pada era globalisasi ini masih ada stasiun televisi yang menyiarkan program yang berhubungan dengan pendidikan. Biasanya program televisi tersebut disertakan dengan bermain, dengan kata lain belajar sambil bermain. Tetapi itupun juga tidak maksimal. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terutama penggunaan komputer sangatlah bermanfaat dalam proses pembelajaran di kelas. Banyak aplikasi yang terdapat dalam komputer.
Salah satu aplikasi di dalam komputer yang sering dipakai dalam proses pembelajaran di kelas adalah Microsoft Power Point yang nantinya akan dipancarkan dengan menggunakan LCD (Liquid Crystal Display). Aplikasi Microsoft Power Point memudahkan pengajar dalam menjelaskan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Jadi pengajar tersebut tinggal menjelaskan materi apa yang ada dalam power point, tidak seperti sebelum adanya LCD, pengajar masih menggunakan OHP.
Overhead projector (OHP) dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan  catatan atau gambar pada plastik transparan tersebut seperti yang dilakukannya pada papan tulis. OHP dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
Pembelajaran menggunakan komputer menjadi sesuatu yang penting. Keterampilan menggunakan komputer mendapat perhatian dari organisasi dalam PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yaitu UNESCO (United Nation Education, Scientific and Cultural Organization). Keterampilan dalam mengoperasikan komputer, menggunakan berbagai program baik aplikasi maupun bahasa pemrograman merupakan kecakapan hidup yang bersifat spesifik vocational. Berpedoman pada keadaan peserta didik, komputer harus sudah mengetahui program apa yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran berbasis TIK, peserta didik menyadari akan pentingnya kehadiran teknologi. Peserta didik harus mampu menggunakan hasil-hasil teknologi, mampu mendesain, membuat suatu karya berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Sedangkan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi multimedia, yang melibatkan teks, gambar, suara maupun video yang dapat menyajikan materi dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, peserta didik dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program berbasis multimedia. Banyak perangkat lunak yang tergolong sebagai edutainment yang merupakan perpaduan antara education dan entertainment.
Adapun tujuan mempelajari teknologi informasi dan komunikasi adalah:
·         Pada aspek kognitif, dapat mengetahui, mengenal atau memahami teknologi informasi dan komunikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat peserta didik pada teknologi, serta meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah sekaligus persiapan untuk pendidikan di masa mendatang.
·         Pada aspek afektif, dapat bersifat aktif, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Serta dapat menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
·         Pada aspek psikomotor, terampil memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk proses pembelajaran serta dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk kemampuan dan minat peserta didik terhadap teknologi.
Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dengan tujuan supaya peserta didik memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai perangkat keras dan perangkat lunak dalam mengolah, menganalisis dan mentransmisikan data dengan memperhatikan dan memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memperlancar komunikasi dan produk teknologi informasi yang dihasilkan bermanfaat sebagai alat dan bahan komunikasi yang baik.
Salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah internet. Internet berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Sekolah tidak lagi dilakukan dengan suasana di kelas di mana siswa dan guru bertemu. Sekolah dapat dilaksanakan dengan mengakses modul-modul pembelajaran. Begitu pula untuk pengiriman tugas-tugas. Para siswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar kapan saja dan di mana saja.
Internet mempunyai beberapa keunggulan dan keistimewaan antara lain adalah efisiensi, tanpa batas karena internet tidak mengenal batas negara, benua maupun waktu. Dengan kata lain internet terbuka 24 jam. Tidak ada waktu khusus untuk memperoleh informasi dari internet, kapanpun seseorang mempunyai waktu luang, ia dapat memperoleh informasi yang ia butuhkan pada saat itu juga. Apabila dibandingkan dengan media lainnya (koran), dapat meyajikan informasi ke tangan pembaca dengan memerlukan waktu yang lebih lama. Internet juga interaktif, siapapun bebas mengatur jalannya penyajian informasi dalam internet. Semua yang ingin menyajikan informasi dalam internet juga tidak perlu membuat izin, tanpa sensor, karena tidak ada peraturan khusus dalam internet. Biaya internet murah bahkan ada yang gratis, berbagai fasilitas dari situs yang menyediakan layanan internet bermunculan dan memanjakan para pengguna internet dengan fasilitas yang mereka berikan.
Dengan adanya internet, pendidikan di Indonesia menjadi semakin mudah. Pemanfaatan internet untuk pendidikan Indonesia antara lain adalah:
·         Akses sumber informasi
Sebelum adanya internet, masalah utama yang dihadapi pendidikan adalah akses sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang tidak murah. Buku dan jurnal harus di beli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Indonesia merasa kesulitan akan hal tersebut. Jika terdapat internet, akan memungkinkah untuk memudahkan dalam mengakses sumber informasi. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun yang diminati, pasti ada informasi di internet. Contoh sumber informasi yang ada di internet yang tersedia secara online, adalah library dan online journal.
·         Akses ke pakar
Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan seorang peserta didik berkomunikasi dengan pakar di tempat lain.
·         Media kerjasama
Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien dan lebih murah.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada banyak manfaat yang dapat dipetik oleh lembaga pendidikan, peserta didik, maupun masyarakat pada umumnya. Lembaga pandidikan dapat memperoleh kontribusi dari sistem e-Education berupa: perluasan jaringan minat kerja, baik dalam lembaga atau instansi di dalam maupun di luar negeri, serta pengendalian biaya khususnya pengurangan biaya pembangunan sarana fisik. E-education mengefektifkan hubungan antara peserta didik dan pendidik karena peserta didik dapat berkonsultasi atau belajar bersama pendidik tanpa terikat tempat dan waktu. Selanjutnya, lembaga pendidikan dapat membangun simulasi-simulasi pendidikan seperti e-library, serta memperluas akses informasi. Lembaga pendidikan diuntungkan dalam segi penekanan biaya transportasi, akomodasi, dan penyediaan aset fisik.
E-learning merupakan bentuk pembelajaran yang memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Keberhasilan e-learning dipengaruhi oleh daya beli pengajar dan peserta didik terhadap fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan untuk mengakses internet dengan menyediakan komputer, modem, laptop ataupun notebook. Dengan teknologi e-learning, mampu menyajikan bahan ajar dan menyimpan instruksi pembelajaran yang dapat diakses kapanpun dan dari manapun. E-learning juga tidak membutuhkan tempat yang luas sebagaimana ruang kelas yang konvensional. Dengan teknologi ini, telah memperpendek jarak antara pengajar dan peserta didik. Peserta didik juga tidak selalu bergantung pada pengajar.
Seluruh infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi digunakan secara bersama-sama dalam proses operasional lembaga pendidikannkarena meruapakan tulang punggung terciptanya sistem terintegrasi, dengan biaya yang relatif terjangkau. Dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang lembaga pendidikan harus mengembangkan infrastrukturnya. Dengan begitu, pengembangan teknologi yang dibangun sejalan dengan strategi lembaga pendidikan.
23  Pengaruh Penggunaan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dimanfaaatkan dalam pendidikan. Dari pemanfaatan tersebut membawa pengaruh positif maupun negatif bagi pendidikan.
Adapun dampak positif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah:
·         Siaran dapat menyamakan hal-hal yang tidak dapat disajikan oleh guru seperti musik, bentuk kebudayaan, kesenian dan sebagainya.
·         Informasi yang dibutuhkan semakin cepat dan dapat dengan mudah pengetahuan yang diinginkan sesuai kebutuhan pendidikan.
·         Proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik. Peserta didik tidak jenuh dengan metode pembelajaran yang memanfaatkan aplikasi komputer.
·         Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang yaitu dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan dalam proses pendidikan. Sistem pembelajaran tidak harus tatap muka.
·         Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan juga semakin mudah dan lancar karena adanya penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Sedangkan dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia, yaitu:
·         Dampak negatif televisi adalah melatih peserta didik untuk berpikir pendek dan konsentrasinya rendah.
·         Tayangan berbau kekerasan atau pornografi tidak baik untuk pembelajaran. Yang ditakutkan adalah anak mengikuti apa yang sudah dilihatnya pada tayangan televisi.
·         Pengaruh buruk adanya komputer adalah menjadikan anak menjadi malas. Karena mereka asyik bermain (games) dengan komputer.
·         Mampu mengakses internet merupakan hal yang baik, namun juga menjadi suatu ancaman apabila yang diakses adalah hal yang negatif seperti hal-hal yang berhubungan dengan seks dan kekerasan.
·         Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual karena mudahnya mengakses informasi menyebabkan tindakan plagiasi.
·         Jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan suatu sistem (administrasi) sekolah maka akan berakibat fatal.
Dengan adanya penggunaan teknologi terhadap pendidikan dan menimbulkan dampak negatif, maka dampak negatif tersebut dapat diatasi dengan cara di bawah ini, antara lain adalah:
·         Waspada dengan adanya penayangan program televisi misalnya yang menimbulkan aksi pornografi dan kekerasan.
·         Menghindari memberikan televisi pribadi dalam kamar anak. Karena dengan begitu sama saja dengan membebaskan anak untuk menonton acara yang tidak selayaknya tidak ditonton oleh mereka.
·         Mewaspadai adanya pornografi pada internet baik online maupun offline.
·         Mempertimbangkan pemakaian internet dalam pendidikan, khususnya untuk anak dibawah umur yang masih harus diawasi.
·         Membatasi pemakaian komputer maupun internet pada anak, karena jika terlalu lama bermain-main membuat anak menjadi malas untuk belajar.
·         Meletakkan komputer maupun televisi yang tempatnya dapat dijangkau untuk mengawasi pemakaian oleh anak.
·         Buat perpustakaan mini di rumah sehingga membuat rumah lebih bersifat edukatif.
Diprediksikan bahwa di masa mendatang, isi dari tas sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi antara lain berupa komputer notebook yang dapat mengakses internet tanpa kabel yang isinya materi-materi pembelajaran yang dapat dilihat, didengar serta dilengkapi dengan kamera digital dan perekam suara. Jangankan di masa mendatang, pada era globalisasi ini, sudah banyak peserta didik yang sudah terpengaruh oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, dengan keadaan yang seperti itu, dapat menyebabkan peserta didik terlalu bersifat individual dalam belajar sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Sedangkan dari spek informasi yang diperoleh dari internet keakuratan informasi juga tidak terlalu terjamin kebenarannya. Dengan begitu dapat membahayakan peserta didik, apalagi peserta didik tersebut tidak memiliki jiwa yang kritis terhadap informasi yang ia peroleh.
Walaupun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan juga membawa dampak negatif, jangan sampai tidak memanfaatkan teknologi tersebut. Karena jika seperti itu, maka akan ketinggalan informasi. Apalagi informasi-informasi tersebut kebanyakan terdapat pada internet. Yang penting harus mempertimbangkan adanya kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan teknologi tidak berlebihan serta mengetahui etika dalam penggunaan teknologi.



Sumber : http://wwwputriapsari-cepuk.blogspot.com/2012/04/perkembangan-teknologi-informasi-dan.html

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar